Senin, 29 Oktober 2018

Jenis - Jenis Topologi Jaringan


Sumber : Google image

Topologi Jaringan
Topolgi jaringan atau arsitektur jaringan adalah gambaran perencanaan hubungan antarkomputer dalam Lokal Area Network yang umumnya menggunkan Kabel(sebgai media transmisi), dengan konektor, Ethernet card, dan perangkat pendukung lainnya.

Ada beberapa jenis topologi yang terdapat pada hubungan computer pada jaringan local area, seperti:

1. Topologi bus

   Topologi ini merupakan bentangan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node. Signal dalam kabel dengan topologi ini dilewati satu arah sehingga memungkinkan sebuah collision (Tabrakan data) terjadi.
Sumber : Google image

      Keuntungan

  • murah, karena tidak memakai banyak media dan kabel yang dipakai banyak tersedia dipasaran.
  • setiap kompputer dapat saling terhubung secara langsung
      Kekurangan

  • sering terjadi hang/crass talk, aitu bila lebih dari satu pasang memakai jalur di waktu yang sama, harus bergantian atau ditambah relay.
2. Topologi Ring

   Topologi yang berupa lingkaran tertutup yang berisi node-node. Signal mengalir dalam dua arah sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision sehingga memungkinkkan terjadinya pergerakan data yang sangat cepat.
Sumber : Google image

Keuntungan

  • Kegagalan koneksi akibat gangguan media dapat dibatasi lewat jalur lain yang masih terhubung.
  • Penggunaan sambungan point to point membuat transmission error dapat diperecil
Kekuragan

  • Data yang dikirim, bila melalui banyak computer , transfer data menjadi lambat
  • Kelumpuhan seluruh jaringan apabila salah satu perankat pernagkat yang ada didalamnya mengalami kegagalan
3. Topologi Star

    Karakteristik dari topologi jaringan ini adalah node(station) berkomunikasi langsung dengan station lain melalui central node (hub/switch), traffic data mengalir   dari node ke central node dan diteruskan ke node(station) tujuan. Jika salah satu segmen kabel putus, jarngan lain tidak akan terputus.

Sumber : Google image

Keuntungan:

  • Akses ke station lain (client atau server) cepat.
  • Dapat menerima workstation baru selama port di centralnode(hub/switch) tersedia.
  • Hub/Switch bertindak sebagai konsentrator.
  • Hub/Switch dapat disusun seri(bertingkat) untuk menambah jumlah station yang terkoneksi di jaringan
  • User dapat lebih banyak ibandingkan topologi bus maupun ring
Kekurangan :

  • Bila traffic data cukup tinggi dan terjadi collision, maka semua komunikasi akan ditunda, dan koneksi akan dilanjutkan dengan cara random, apabila hub/swith mendeteksi tidak ada jalur yang sedang dipergunakan oleh node lain.
4. Topologi Dual Ring (Cincin Ganda)

   Topologi dual ring ini berguna untuk mengatasi kekurangan yang ada pada topologi ring, yang dimana jalur kedua direntangkan sejajar dengan jalur pertama , data dalam cincin kedua mengalir kearah yang berlawanan dengan data didalam cincin pertama. Konsep cincin ganda dengan aliran data yan berlawanan arah ini disebut dengan dual counter roating rings. Agar konfigurasi ini dapat bekerja secara efektif , tiap tiap perangka didalam jaringan harus memiliki dua pasang peranti pengirim-penerima (transmitter-receiver), sehingga perangkat yang bersangkutan dapat berkomunikasi via cincn pertama maupun cincin kedua.
Sumber : Google image

5. Topologi Mesh (Jala)

  Topologi Mesh (Jala) merupakan gabungan topologi dari topologi ring dan star. Setelah menginformasikan mengenai pengertian topologi mesh (jala), mari kita menuju ke topik utama kita yaitu kelebihan dan kekurangan topologi mesh (jala) antara lain sebagai berikut.
Sumber : Google image

Kelebihan :

  • Keamanan yang dapat dikatakan baik
  • Besar bandwith yang cukup lebar
  • Tidak perlu khawatir mengenai tabrakan data
  • Pengiriman dan pemrosesan data yang terbilang cepat
Kekurangan :

  • Biaya pemasangan yang besar
  • Biaya yang cukup mahal karena menggunakan banyak kabel dan port
  • Instalasi dan konfigurasi yang rumit dan sulit
6. Topologi Tree(Pohon)

   Topologi Tree (Pohon) disebut juga sebagai jaringan bertingkat. Topologi ini umumnya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah sedangkan hirarki yang tinggi berada pada lokasi yang tinggi,
Sumber : Google image
Kelebihan :

  • Mudah mengembangkan menjadi jaringan luas
  • Mudahnya mendeteksi kerusakan atau kesalaahan
  • Manajemen data yang baik
Kekurangan :
  • Kinerja yang lambat
  • Hub menjadi peran penting
  • Menggunakan biaya yang banyak karena menggunakan banyak kabel dan hub
  • Jika komputer yang ada di tingkat tinggi mengalami masalah, maka komputer yang dibawahnya juga mengalami masalah
7. Topologi Hybrid

   Topologi Hybrid merupakan penggabungan dari beberapa (dua atau lebih) topologi jaringan yang berbeda. Misalnya ketika suatu jaringan yang menggunakan topologi Ring, digabungkan dengan jaringan lain yang menggunakan topologi star; maka topologi baru yang terbentuk dari gabungan kedua topologi jaringan ini disebut sebagai topologi Hybrid. Jika jaringan yang digabungkan memiliki jenis topologi yang sama, maka penggabungan kedua jaringan tersebut bukanlah topologi hybrid. Misalnya jaringan dengan topologi bus digabungkan dengan jaringan lain yang juga menggunakan topologi bus, maka penggabungan kedua jaringan tersebut tetap merupakan topologi bus, bukan topologi hybrid.
Sumber : Google image

Kelebihan :

  • Dapat menyatukan dua atau lebih topologi jaringan yang berbeda.
  • Fleksibel dan efisien; dapat diterapkan pada lingkungan jaringan yang berbeda, tanpa perlu merombak topologi jaringan yang telah terbentuk sebelumnya. Selain itu dapat mengurangi space jaringan yang terbuang.
  • Kustomisasi, memungkinkan penyesuaian cara pengaturan jaringan untuk mencapai tujuan tertentu.
  • Aliran data dapat bekerja dengan sempurna meskipun berjalan dalam sejumlah lalu lintas jaringan yang berbeda akibat mengkombinasikan berbagai konfigurasi topologi jaringan yang berbeda.
  • Sangat mudah untuk menambah node atau koneksi peripheral baru, meskipun topologi jaringan berbeda.
  • Ketika salah satu link dalam jaringan mengalami gangguan, bagian link jaringan lainnya tidak akan ikut mengalami gangguan.
  • Kecepatan jaringan konsisten sebab menggabungkan kelebihan dan menghilangkan kelemahan masing-masing topologi jaringan.
Kekurangan :

  • Pengelolaan jaringan cenderung sulit, karena penggabungan beberapa topologi menyebabkan struktur jaringan menjadi rumit dan sukar dipahami.
  • Biaya untuk membangun topologi ini cukup mahal, sebab menggunakan banyak hub dan kabel untuk menghubungkan jaringan.
  • Biaya perawatan jaringan juga cukup mahal. Hub harus terus bekerja meskipun salah satu node dalam jaringan tidak bekerja, sebab hub harus mengelola beberapa jenis jaringan sekaligus.
  • Instalasi dan konfigurasi jaringan rumit, sebab harus menghubungkan beberapa topologi yang berbeda dan disaat yang sama juga harus memastikan semua node berfungsi dengan baik.
      Sumber Referensi